“Kanan Mentok” Vs “Kiri Abis” Part 2 (End)

Setelah mengetahui ke-kanan-an orang-orang Kanan pada Part 1, tak lengkap jika rasanya saya tidak menjabarkan keseksian orang-orang Kiri dalam sebuah spektrum politik dan ideologi Kiri.

Jika mendengar kata “Kiri” seseorang mungkin tidak bisa lepas dari bayangan Jenggot yang memutih dan panjang milik Karl Marx. Ideologi Kiri, merupakan paradigma yang berkembang usai Revolusi Perancis yang diawali oleh beberapa pemikir yaitu Hegel, Engels, Marx dan Heiddeger. Keempatnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghapuskan sistem kelas yang memisahkan antara borjuis dan proletar.

Keinginan Om Jenggot saat itu adalah menyamaratakan antara si Kaya dengan si Miskin yang tidak memiliki lahan ataupun modal yang cukup untuk mempengaruhi kebijakan negara agar tercapainya keadilan yang benar-benar setara. Ideologi ini biasa disebut Komunisme. Baik dalam Manifesto Komunis dan Das Kapital yang ditulis sendiri oleh Marx, pada pokoknya meminta agar penguasa dapat memberikan kesejahteraan kepada kaum proletar secara layak.

Namun, permasalahan berikutnya adalah, hal itu benar-benar ditentang oleh penguasa yang menilai bahwa Kaum Kiri tidak akan pernah berkecukupan dan akan terus meminta kelayakan hidup yang pada akibatnya akan berimbas kepada biaya produksi sebuah perusahaan dan Borjuis dalam hal ini mengalami kerugian yang signifikan.

Segitiga ‘ngawang-ngawang’ Marx yang dituliskan dalam Das Capital menempatkan proletar dalam di posisi tertinggi dalam kehidupan, menjadi pertaruhan besar oleh Kaum Kanan yang tidak mungkin menerima posisinya diatur oleh si Miskin yang tidak mempunyai apa-apa, terlebih negara saat itu mendukung pemodal yang dapat menjamin untuk mempertahankan kekuasaan.

Seiring perkembangan zaman, paradigma Marx atau Marxisme semakin berkembang, tidak sedikit bahkan yang mengaggap bahwa perjuangan Marx melawan penguasa demi kesejahteraan kaum buruh, diejawantahkan oleh penguasa seperti halnya di Soviet dan China dan perebutan kekuasaan harus terbayar dengan adanya Revolusi Bolshevik di Soviet.

Lalu bagaimana dengan sistem ekonomi yang diinginkan oleh kaum beraliran “Kiri”?

Dalam pandangan Marx, alat produksi yang dimiliki oleh Borjuis, secara serta merta juga merupakan kepemilikan oleh Proletar sehingga adanya pembagian keuntungan harus sama rata dengan perbandingan 50:50. Ini juga yang kemudian menjadi tujuan Marx yang saat itu menentang sistem Kapitalisme yang diprakarsai oleh Smith.

Melihat konsep yang dipaparkan Marx mengenai kejahatan Industrialisme, bukan lah hal yang mudah untuk kemudian diterapkan, karena perkembangan zaman tidak lagi dapat dihentikan dan mereka yang miskin akan tetap menjadi miskin karena pemodal bisa saja menjadi penguasa di dalam suatu negara.

Perlu juga dipahami bahwa aliran Komunis yang ada saat ini, sudah jauh dari konsep awal Marx yang menginginkan adanya penghapusan sistem kelas. Partai Komunis yang terbangun belakangan, hanya menginginkan untuk meraup kekuasaan dari pemilik Status Quo dengan cara anarkis berujung Vandalisme.

So, bagaimana? Mana lebih baik antara Kanan dan Kiri untuk diterapkan dalam suatu negara?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s