“Kanan Mentok” Vs “Kiri Abis” Part 1

Dua pandangan ideologi politik ini tidak akan pernah akan selesai jika dihadapkan pada pertanyaan, mana lebih baik untuk diterapkan dalam sebuah negara?

Sebelum jauh kesana, saya akan membagi pembahasan ini menjadi dua bagian karena harus dibahas satu persatu agar dapat menimbang mana lebih baik antara “Kanan” atau “Kiri”? Dan pada part 1 kali ini, saya akan menjabarkan mengenai ke-kanan-an kaum “Kanan”

Pembagian atas dua ideologi itu sebenarnya berasal usai Revolusi Perancis yang menempatkan perwakilan parlemen berada di sebelah kanan saat rapat French Estate General pada 1789. Sementara yang berada di sisi kiri adalah mereka yang menolak adanya sistem kerajaan di Perancis, sehingga disebut dengan Sayap Kiri.

Orang-orang Kanan diasosiasikan kepada mereka yang memiliki pemikiran tradisional, konservatif dan tidak setuju dengan perkembangan zaman untuk menyejahterakan rakyat di kelas bawah, baik buruh, petani tanpa lahan dan pekerja kasar lainnya, dalam Marx, mereka biasa disebut kaum proletar.

Kaum Kanan lebih memilih untuk tetap mempertahankan kekuasaan yang telah dimiliki oleh mereka sebelumnya dan akan menghentikan segala macam upaya yang dilakukan oleh penentang dari sayap Kiri yang terus memproklamirkan mengenai penghapusan perbudakan.

Mereka yang berpikir tradisional, biasa mencampuradukkannya dengan agama, karena dogma yang mereka terima dalam kebijakan gereja saat itu, tidak lagi bisa dibantah. Penguasa memanfaatkan celah tersebut dalam mengambil kebijakan untuk membungkam suatu perubahan zaman.

Sementara mereka yang berpikiran konservatif, jelas Edmund Burke, tidak cukup mempunyai nalar dibandingkan dengan orang lain, dan karena itu sebagian dari mereka akan menciptakan pemerintahan yang lebih buruk dari pada yang lainnya. Negarawan Inggris ini pula lah yang kemudian menentang habis-habisan terjadinya Revolusi Perancis.

Berbicara mengenai aliran Kanan, tidak akan lepas dari ideologi Fasisme, Monarki dan Nazisme. Bukan menakuti, tetapi memang ini yang terjadi. Sebut saja, Hitler, Pinochet, atau Bapak Fasisme, Mussolini yang kemudian mengembangkan aliran Kanan menjadi sebuah kekacauan bahkan harus membunuh ribuan orang yang ada di negaranya sendiri untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Meskipun belakangan, Fasisme juga digunakan oleh kaum Marxisme untuk perjuangan kelas atau biasa J. E. Hoover menyebutnya “Red Fasis” seperti yang dilakukan oleh Che dan Castro.

Strategi mempertahankan kekuasaan itu pula yang diterapkan dalam konteks Totalitarian, jika pada akhirnya para pemimpin “Kanan” dihadapkan dengan perjuangan kelas dari Kaum Kiri. Alih-alih berbicara demokratisasi, pemimpin Kanan akan menerjunkan angkatan bersenjata untuk menekan, mengintimidasi hingga menghilangkan seseorang melalui jalur belakang atau terang-terangan.

Dalam bidang ekonomi, kaum Kanan mengagungkan sistem kapitalisme yang dibawa oleh Embahnya Kapitalis, Adam Smith.  Smith, dalam Wealth of Nation menjabarkan mengenai Laissez Faire dengan Invisible Hand-nya yang pada pokoknya adalah kekuatan modal dikuasai oleh individu tanpa ada satupun campur tangan oleh negara. Kebijakan Laissez Faire mencakup beberapa poin penting seperti perdagangan bebas, keuangan yang kuat, minimalisasi bantuan kepada si miskin, dan anggaran belanja yang seimbang.

Kapitalisme bagi kaum Kanan merupakan cara untuk mempertahankan kekayaan dan kekuasaan di suatu negara. Pemilik modal, dikatakan dapat mempengaruhi kebijakan suatu negara, agar para pekerja mudah dikendalikan karena mekanisme pasar yang dipegang oleh pemodal.

Perkembangan kapitalisme lebih lanjut, pada zaman sekarang biasa disebut sebagai neo-imperialisme atau penjajahan baru yang lebih mementingkan kekuatan modal, ketimbang harus bertarung secara fisik.

Sehingga, jika dari sekian hal itu dirangkum, apakah aliran ini bisa diterapkan di Indonesia? Ingat, dalam sejarah kita, aliran ini pernah terjadi sekali selama 32 tahun lamanya. Kangen? Nanti dulu, saya akan bahas “Kanan Mentok” Vs “Kiri Abis” di part berikutnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s