Kuda Troya yang Tidak Berdaya

Pilkada DKI Jakarta yang kata orang-orang banyak mempunyai eskalasi politik seperti halnya pemilihan presiden setiap lima tahunan itu, memang tidak dapat disangsikan lagi.

Masyarakat terbelah, partai politik mengisi penuh amunisinya dan media harus berpihak kepada salah satu atau ketiganya dengan tidak berani untuk memberitakan hal buruk kepada ketiga pasangan yang ada.

Menarik bagi saya melihat sisi lain dari pergumulan politik kali ini, yaitu dengan melihat dibalik kaca bahwa terdapat sebuah strategi Yunani Kuno yang menempatkan sebuah patung Kuda di depan gerbang Kota Troya dan berharap rakyat Troya lengah dan tidak menyadari hadirnya ratusan prajurit Yunani di dalamnya.

Kuda Troya yang dilukiskan oleh Giovanni Domenico Tipeolo itu adalah sebuah patung Kuda yang dapat menyembunyikan ratusan pasukan Yunani untuk dibiarkan begitu saja di depan gerbang Kota Troya yang berada di Asia Minor (Turki) yang terkenal dengan penjagaannya yang ketat. Dalam Perang Troya, ratusan ribu nyawa yang harus melayang.

Namun sayangnya, dalam pertaruhan politik di Jakarta isi perut sang Kuda Troya tidak dapat mengeluarkan ratusan prajurit Yunani yang bersembunyi di dalamnya, atau bahkan memang tidak ada siapa-siapa disana. Kuda Troya yang terkenal itu hanyalah menjadi patung ketika Yunani salah memperhitungkan kekuatan dan belum siap menghancurkan kota demi perebutan kekuasaan. Parahnya, mereka sudah menarik wanita tercantiknya kala itu, Helene yang seketika dibuat cantik oleh Aphrodite dan dibawa lari oleh Paris.

Tentu itu bukanlah hal yang terjadi sebenarnya, karena dalam mitos itu, Kota Troya hancur karena kesalahan rakyatnya sendiri yang mengira bahwa Yunani telah meninggalkan depan gerbang kemudian memasukkanya ke dalam Kota sebagai bentuk perayaan. Naasnya, pasukan Yunani yang berada di dalam patung keluar untuk menghabisi kota dan meluluhlantakkannya.

Apa yang saya ceritakan adalah kondisi jika saja sang ‘Pangeran Cikeas’ beserta dengan ayahandanya dan juga kekuatan yang ada, mampu untuk menyiapkan strategi  lebih matang dan tidak kosong dalam pertarungan di Pilkada DKI Jakarta. Ke-tidak-siap-an Cikeas dalam bertarung tentu akan menjadi pelajaran tersendiri bagi mereka yang selama ini memimpin 10 tahun lamanya. Setidaknya, mereka harus menyiapkan bujur panah tanpa batas dan pasukan yang sangat disiplin dan hebat untuk menaklukkan benteng besar bernama Jakarta. Apalagi, rakyat Jakarta juga tidak bodoh untuk memasukkan benda peninggalan musuh ke dalam benteng karena pemimpinnya masih hidup dan berkuasa penuh dari dalam.

Sang ‘Pangeran’ harus turun gelanggang demi merebut Ibukota, yang artinya seluruh daya upaya harus dilakukan oleh mereka yang berasal dari partai pengusung yang ada setelah mendeklarasikan secara musyawarah mufakat menyetujui sang Raja mempertaruhkan anaknya.

Tapi apa faktanya? Faktanya adalah suara The Prince tidak mencapai 20 persen dari seluruh pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Hal ini seharusnya menjadi pukulan telak bagi partai yang pernah memimpin selama 10 tahun di pusat pemerintahan.

Pertanyaan yang terbangun adalah apakah selama itu, mereka tidak dapat membuat basis yang jelas-jelas dapat digunakan sebagai pondasi paling mengerikan di mata lawan? Atau tidak pernahkah mereka mengembangkan senjata mereka untuk berperang?

Jika boleh saya menganalogikan, angka 18-20 persen dalam konteks peperangan artinya hanya dapat menjebol pintu di salah satu bagian benteng dan beberapa lubang di bagian lainnya, bagaimana dengan temboknya? Beberapa runtuh, tepatnya di bagian satu pintu itu berada.

Lalu bagaimana? Jawabannya sederhana, bersiaplah di pertarungan berikutnya yang jauh lebih besar daripada hanya menghancurkan Kota Troya. Teknologi dalam persenjataan, jumlah pasukan dan juga makanan untuk bertempur haruslah cukup untuk peperangan memporak-porandakan sebuah negara yang sudah bertuan dan memiliki mesin tempur yang teramat canggih dan sulit ditaklukkan.

Mengembalikan Sang Pangeran ke dalam pertempuran, bukanlah hal yang tepat, biarkan dia belajar melihat sang Jenderal Perang beraksi dan melakukan evaluasi berharga untuk pertarungan berikutnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s