Playing Victim

 

“Sakit ini tak terperi, sedang kalian memainkan sebuah lelucon yang terus membuat sakit ini semakin menjadi-jadi”

Sebuah hiperbola yang akan digaungkan satu pihak tertentu demi mendapatkan perhatian dari orang lain dan berharap empati dan simpati dari siapapun  yang melihat, mendengar dan mengetahui adanya teriakan yang dilakukan demi sebuah kepentingan.

Dalam konsep Dramaturgi oleh Erving Goffman (1959) adegan tersebut akan dilakukan kepada tokoh antagonis yang merasa dirinya kalah oleh tokoh protagonis untuk merebut perhatian dari tokoh utama. Bagaimana bisa?

Beberapa kajian menyebutkan bahwa seseorang yang dalam penilaian orang lain, dapat dikategorikan sebagai orang baik tidak akan melontarkan kata-kata yang menjurus kepada sesuatu yang dilebih-lebihkan. Mereka akan lebih ‘nrimo’ kondisi dan keadaan saat ini, ketimbang harus memperlihatkan mereka yang disebut baik, jika mereka adalah korban nyata. Sedangkan tokoh antagonis, akan memperlihatkan mereka sebagai ‘korban’ dari tokoh protagonis.

Lalu apa itu Playing Victim atau permainan menjadi korban? Bermain menjadi korban adalah sebuah strategi politik yang diciptakan oleh Sun Tzu yang pada pokoknya tertulis  “Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. Masuk pada jebakan dan jadilah umpan. Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman”.

Rasanya, satu di antara saya atau anda pernah berlaku seperti apa yang diucapkan Sun Tzu dalam strategi perangnya di Bab 34 itu, meski tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan Playing Victim sesungguhnya.

Mohon maaf jika pernyataan saya selanjutnya akan mengeneralisir semua orang. Tidak terkecuali saya akan memainkan hal ini, karena sangat amat efektif. Hal yang sama juga dimaksud oleh Tzu yang menempatkan strategi ini di nomor terkahir yang jika saya interpretasikan sebagai hal yang paling ampuh.

Betapa tidak? Seorang yang menjadi korban secara psikologis akan mendapatkan perhatian lebih dari banyak orang. Secara intuisi manusia dan juga konsep yang selama ini berkembang di seluruh pelosok negara, seseorang yang terkena musibah haruslah diperlakukan secara baik dan mendapatkan simpati dan empati dari orang lainnya. Ke-tidak-berdaya-an orang yang terkena dampak dari sebuah bencana menjadi salah satu objek kepedulian kemanusiaan kepada manusia lainnya.

Dalam strategi politik, seolah menjadi korban sebuah sistem yang dibangun adalah cara yang halal untuk menaikkan elektabilitas dan juga keterpilihan seseorang saat bertarung di kancah politik yang bersifat periodik. Rasa simpati dan empati dari konstituen akan mengangkat derajat dan martabat seseorang. Sebaliknya, bagi pemilik status quo, permainan ini akan menjadi hal yang berbahaya bagi mereka. Terdapat satu saja kesalahan yang dilakukan, akan menjadi senjata makan tuan.

Pemilik status quo akan cenderung memilih diam daripada harus menanggapi pernyataan yang rasanya konyol tersebut, namun dirinya juga tidak berdaya ketika serangan itu benar ada dan mempunyai dampak bagi dirinya masalah ke-tidak-percaya-an.

Di sisi lain, ‘The Player’ juga akan mendapatkan hal serupa jika dilakukannya secara terus-menerus dan tanpa pandang situasi dan kondisi. Pasalnya, simpati yang diharapkan tidak akan kunjung datang dan yang lain akan melihat dirinya terlalu berlebihan, tidak jarang akan membencinya. Alasannya, ‘The Player’ mendapatkan kenyamanan saat bermain, karena tidak perlu mengeluarkan energi lebih banyak untuk meraih rasa kasihan dan hanya perlu merasa. Merasa dirinya benar, meski orang lainnya sudah mulai tidak peduli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s